Menelusuri jejak awal manusia dalam menciptakan seni visual — dari dinding gua hingga kanvas modern.
Seni lukis merupakan salah satu bentuk ekspresi tertua dalam sejarah peradaban manusia. Bukti paling awal ditemukan pada dinding gua di Lascaux (Prancis) dan Altamira (Spanyol), yang diperkirakan dibuat lebih dari 17.000 tahun yang lalu.
Pelukis pertama di dunia kemungkinan besar bukanlah seniman profesional seperti masa kini, melainkan manusia purba yang menggunakan pigmen alami dari tanah, arang, dan darah hewan untuk menciptakan gambar di dinding batu.
Jika berbicara tentang catatan sejarah formal, salah satu pelukis tertua yang diketahui namanya adalah Apelek dari Yunani kuno sekitar abad ke-6 SM. Ia dikenal sebagai salah satu pionir teknik lukisan potret yang realistis.
Selain Apelek, ada pula Polygnotus dan Zeuxis yang disebut oleh sejarawan Pliny the Elder sebagai pelukis besar pertama yang memperkenalkan dimensi, perspektif, dan ekspresi wajah dalam lukisan manusia.
Setelah era Yunani dan Romawi, seni lukis berkembang pesat di masa Renaisans dengan tokoh-tokoh seperti Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Raphael. Mereka membawa seni lukis ke tingkat kematangan yang tinggi melalui penguasaan anatomi, cahaya, dan komposisi.
Pada abad ke-19 dan 20, muncul berbagai aliran seni modern seperti Impresionisme, Ekspresionisme, hingga Kubisme dengan pelukis legendaris seperti Claude Monet, Vincent van Gogh, dan Pablo Picasso.
Pelukis pertama di dunia mungkin tidak diketahui namanya, tetapi warisannya jelas: dorongan manusia untuk mengekspresikan diri melalui gambar telah ada sejak zaman prasejarah. Dari dinding gua hingga layar digital, seni lukis tetap menjadi cerminan emosi, budaya, dan jiwa manusia.